FEB UNSRAT Gelar Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi

Dekan FEB UNSRAT, Dr. Victor P.K. Lengkong, memberikan sambutan dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi.

Manado, FEB UNSRAT — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi (FEB UNSRAT) menggelar kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi sebagai bentuk komitmen dalam menciptakan lingkungan akademik yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Kegiatan ini diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa FEB UNSRAT. Dekan FEB UNSRAT, Dr. Victor P.K. Lengkong, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya membangun lingkungan belajar yang profesional, beretika, saling menghormati, dan memberikan perlindungan bagi seluruh sivitas akademika.

Narasumber, Dr. Ir. Josephine Louise Pinky Saerang, M.P., menyampaikan materi sosialisasi pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.

Sosialisasi menghadirkan Dr. Ir. Josephine Louise Pinky Saerang, M.P. sebagai narasumber dari Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) Universitas Sam Ratulangi. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan berbagai bentuk kekerasan yang dapat terjadi di lingkungan perguruan tinggi, seperti kekerasan fisik, psikis, perundungan, diskriminasi, kekerasan seksual, serta penyalahgunaan relasi kuasa.

Peserta juga memperoleh penjelasan mengenai prinsip pencegahan, perlindungan korban, mekanisme pelaporan, serta pentingnya menjaga kerahasiaan dan keadilan dalam proses penanganan kasus. Diskusi berlangsung interaktif melalui pertanyaan dan tanggapan dari peserta terkait peran sivitas akademika dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman.

Peserta mengikuti pemaparan materi mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.

Melalui kegiatan ini, FEB UNSRAT berharap seluruh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa semakin memahami pentingnya pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya fakultas dalam memperkuat budaya akademik yang berlandaskan integritas, etika, penghormatan terhadap martabat manusia, dan tanggung jawab bersama.