World Bank dan FEB UNSRAT Bahas Prospek Ekonomi dan Fondasi Digital Indonesia
Manado – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sam Ratulangi bekerja sama dengan The World Bank Group, ISEI Cabang Manado, serta Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia menyelenggarakan kegiatan Kuliah Umum: The World Bank Dissemination Event – Indonesia Economic Prospects December 2025 Edition pada Rabu, 4 Maret 2026, bertempat di Gedung F1 Lantai 5, FEB UNSRAT.
Kegiatan ini menghadirkan para ekonom dari World Bank serta pemangku kepentingan ekonomi untuk membahas perkembangan ekonomi Indonesia dan peran transformasi digital dalam mendukung pertumbuhan ekonomi ke depan.
Acara dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Sam Ratulangi, Prof. Oktovian B. A. Sompie, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi antara universitas, lembaga internasional, dan pemangku kebijakan dalam memahami dinamika ekonomi global serta memperkuat kapasitas analisis ekonomi di tingkat daerah.

Materi pertama disampaikan oleh Wael Mansour, Senior Economist – World Bank Jakarta, yang memaparkan hasil laporan Indonesia Economic Prospects December 2025 Edition.
Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanan yang cukup baik di tengah ketidakpastian global. Pertumbuhan ekonomi tetap relatif stabil dan didorong oleh investasi serta ekspor komoditas, meskipun konsumsi domestik dan kondisi eksternal masih menghadapi sejumlah tantangan.
Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa prospek ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun ke depan tetap positif, dengan stabilitas inflasi dan kebijakan makroekonomi yang mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.

Sesi kedua disampaikan oleh Jonathan Marskell, Senior Digital Specialist – World Bank, dengan materi “Digital Foundations for Growth” yang menyoroti pentingnya infrastruktur digital sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi modern.
Dalam pemaparan tersebut dijelaskan bahwa peningkatan penetrasi broadband, pengembangan pusat data, serta penguatan ekosistem digital dapat meningkatkan produktivitas perusahaan dan mempercepat transformasi ekonomi. Infrastruktur digital yang kuat juga berperan penting dalam memperluas perdagangan digital dan meningkatkan daya saing ekonomi nasional.
Namun demikian, masih terdapat tantangan berupa kesenjangan digital antarwilayah, kualitas jaringan internet, serta akses terhadap infrastruktur digital, yang memerlukan dukungan kebijakan dan investasi yang lebih kuat.

Kegiatan ini juga dilanjutkan dengan sesi diseminasi dari Bank Indonesia, yang disampaikan oleh Renold Asri, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara.
Dalam presentasinya, Renold Asri memaparkan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030, yang merupakan strategi nasional untuk mempercepat pengembangan ekonomi dan keuangan digital melalui penguatan infrastruktur sistem pembayaran, inovasi teknologi, serta peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.
Selain itu, dipaparkan pula perkembangan akseptasi pembayaran digital di Sulawesi Utara, yang menunjukkan peningkatan signifikan, terutama pada transaksi QRIS dan BI-FAST, yang menjadi indikator semakin luasnya adopsi sistem pembayaran digital di masyarakat

Sebagai bentuk apresiasi atas kerja sama dan kontribusi dalam kegiatan ini, dilakukan penyerahan plakat dari Universitas Sam Ratulangi kepada perwakilan World Bank.

Sesi diskusi yang dimoderatori oleh Fitty Valdi Arie, S.E., M.M. menghadirkan penanggap dari ISEI Cabang Manado, yaitu Vecky A. J. Masinambow dan Christoffel M. O. Mintardjo, yang membahas berbagai isu strategis terkait prospek ekonomi Indonesia.
Diskusi membahas berbagai tantangan ekonomi Indonesia ke depan, termasuk peran transformasi digital, kebijakan ekonomi makro, serta pentingnya sinergi antara pemerintah, akademisi, dan sektor swasta dalam mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara pimpinan Universitas Sam Ratulangi, narasumber dari World Bank, Bank Indonesia, ISEI Cabang Manado, serta civitas akademika FEB UNSRAT sebagai simbol kolaborasi dalam memperkuat pemahaman ekonomi dan transformasi digital di Indonesia.

